Petani Sukamulya Giat Tanam Kedelai, Semangat Nasional Terus

Bareng Sugih
By -
0


 Petani Sukamulya Giat Tanam Kedelai, Semangat Tobak Nasional Terus Menyala di Indramayu


INDRAMAYU — Pagi hari Kamis, 24 September 2026, hamparan lahan di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, dipenuhi aktivitas para petani. Di bawah langit yang cerah, mereka terlihat sibuk menanam kedelai hitam di tanah yang sudah digarap. Sebagian membungkuk menabur bibit, sebagian lagi memegang tongkat kayu untuk membuat alur, sementara yang lain berjalan bolak-balik membawa ember berisi benih.

Kegiatan ini terekam jelas dalam video yang diambil langsung di lokasi sekitar pukul 08.07 WIB. Para petani, mayoritas perempuan dengan topi caping berwarna-warni, bekerja dengan penuh semangat di lahan yang masih kering dan berbatu. Ada yang mengenakan baju ungu, hijau, kuning, dan biru. Beberapa memakai sepatu bot merah atau sarung tangan untuk melindungi tangan dari tanah kasar. Dari kejauhan, terlihat juga motor yang diparkir di pinggir jalan setapak dan ember pink yang diletakkan di tepi lahan.

“Menanam kacang kedelai hitam…” — salah satu varietas yang semakin diminati karena nilai ekonominya yang tinggi dan potensinya untuk mendukung ketahanan pangan lokal.




Semangat yang Tak Pernah Padam

Kegiatan penanaman ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan mengembangkan kedelai di Indramayu. Desa Sukamulya, yang berada di kawasan yang sebelumnya menjadi perhatian terkait rencana Penanaman Kedelai Nasional, terus menunjukkan bahwa petani setempat tidak menunggu. Mereka bergerak dulu, menjaga lahan tetap produktif sambil menanti dukungan lebih besar.

Koperasi Bareng-Bareng Sugih (BBS) yang beroperasi di desa ini menjadi salah satu penggerak utama. Para anggotanya terlihat kompak bekerja sama, saling membantu menanam dan merawat lahan. Suasana pagi itu tenang namun penuh semangat. Hembusan angin membawa debu ringan dari tanah yang digarap, sementara matahari semakin tinggi menyinari deretan petani yang terus bergerak.

Kehadiran putra daerah seperti H. Mulyadi Suksestor yang sebelumnya menyatakan komitmen penuh mendukung program kedelai Indramayu semakin menguatkan semangat mereka. Dukungan berupa pelatihan, akses modal, infrastruktur pascapanen, hingga pembukaan pasar terus diharapkan bisa segera terwujud. Dengan begitu, hasil panen kedelai hitam tidak hanya berlimpah, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani.


Langkah Nyata Menuju Tobak Nasional

Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan kedelai nasional. Sebagian besar masih bergantung pada impor. Di sinilah peran daerah seperti Indramayu menjadi sangat penting. Dengan lahan pertanian yang luas, pengalaman petani yang mumpuni, serta semangat pantang menyerah, kabupaten ini punya potensi besar untuk menjadi salah satu lumbung kedelai nasional — atau yang dikenal dengan sebutan Tobak Nasional.

Penanaman kedelai hitam yang dilakukan pagi ini di Sukamulya adalah bukti nyata bahwa petani tidak hanya berharap, tetapi juga bertindak. Setiap bibit yang ditanam hari ini adalah investasi untuk masa depan: petani sejahtera, Indramayu maju, dan kedelai Indonesia lebih mandiri.

Sementara aktivitas di lahan terus berlangsung, para petani terus bekerja dengan penuh dedikasi. Caping mereka bergoyang pelan di angin pagi, tangan-tangan mereka tetap tekun menanam. Di lahan yang sama, di desa yang sama, harapan menuju Tobak Nasional terus tumbuh — seiring tumbuhnya bibit kedelai hitam yang baru saja mereka tanam.

Indramayu maju.
Petani sejahtera.
Kedelai Indonesia berjaya.

Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default