Petani Sukamulya Giat Tanam Kedelai, Semangat Tobak Nasional Terus Menyala di Indramayu

Bareng Sugih
By -
0

 


Petani Sukamulya Giat Tanam Kedelai, Semangat Tobak Nasional Terus Menyala di Indramayu


INDRAMAYU — Di bawah langit cerah Kamis pagi, 24 September 2026, lahan basah di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, dipenuhi aktivitas para petani. Mereka terlihat asyik menancapkan bibit kedelai ke tanah yang masih basah, mengenakan topi caping khas petani, baju warna-warni, dan sepatu bot untuk melawan lumpur.


Kegiatan penanaman kedelai ini berlangsung di area yang sebelumnya menjadi perhatian publik terkait rencana Penanaman Kedelai Nasional. Meski jadwal besar kehadiran Hashim Djojohadikusumo sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi masih dijadwalkan pada Juni 2026, semangat di lapangan tidak pernah surut. Para petani terus bergerak, membuktikan bahwa komitmen menuju Tobak Nasional bukan hanya wacana, melainkan aksi nyata di lahan.


Dari kejauhan, tampak deretan petani — mayoritas perempuan — bekerja rapi di hamparan tanah berlumpur. Beberapa memegang alat sederhana, ada yang membungkuk menanam, ada pula yang berdiri mengarahkan. Air genangan di sela-sela tanah mencerminkan kondisi lahan yang masih basah setelah pengolahan. Suasana pagi itu tenang namun penuh semangat, mencerminkan ketekunan petani Indramayu yang sudah lama dikenal gigih.


Semangat yang Tak Padam

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan mengembangkan kedelai di Indramayu. Desa Sukamulya, yang berada di kawasan HGU PG Rajawali II, memang menjadi salah satu titik fokus pengembangan komoditas tersebut. Petani setempat, yang tergabung dalam Koperasi Bareng-Bareng Sugih (BBS), terus menjaga momentum agar lahan tetap produktif.


“Kami tanam terus. Jangan sampai lahan kosong. Kalau mau jadi Tobak Nasional, ya harus mulai dari sekarang,” ujar salah satu petani yang terlibat, sambil tersenyum di sela-sela aktivitas.

Kehadiran putra daerah seperti H. Mulyadi Suksestor yang sebelumnya menyatakan dukungan penuh terhadap program kedelai Indramayu semakin menguatkan semangat mereka. Dukungan berupa pelatihan, akses modal, infrastruktur pascapanen, hingga pembukaan pasar terus diharapkan bisa segera terwujud, sehingga hasil panen kedelai tidak hanya berlimpah, tetapi juga menguntungkan petani.


Langkah Kecil Menuju Visi Besar

Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan kedelai nasional. Sebagian besar masih bergantung pada impor. Di sinilah peran daerah seperti Indramayu menjadi penting. Dengan lahan pertanian yang luas, pengalaman petani yang mumpuni, serta dukungan infrastruktur irigasi, kabupaten ini punya potensi besar untuk menjadi salah satu lumbung kedelai nasional.

Penanaman yang dilakukan pagi ini di Sukamulya adalah bukti nyata bahwa petani tidak menunggu. Mereka bergerak dulu, sambil menanti dukungan lebih besar dari berbagai pihak. Setiap bibit yang ditanam hari ini adalah investasi untuk masa depan: petani sejahtera, Indramayu maju, dan kedelai Indonesia lebih mandiri.

Sementara matahari semakin tinggi, para petani terus bekerja. Caping mereka bergoyang pelan di angin pagi, tangan-tangan mereka tetap tekun menanam. Di lahan yang sama, di desa yang sama, harapan menuju Tobak Nasional terus tumbuh — seiring tumbuhnya bibit kedelai yang baru saja mereka tanam.


Indramayu maju. Petani sejahtera. Kedelai Indonesia berjaya.

Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default